Pelajari Tata Cara I’tikaf di Masjid Beserta Ketentuannya

Salah satu ibadah yang ringan dilakukan namun memberikan pahala yang besar adalah melakukan i’tikaf di Masjid. Lantas, apa makna dari i’tikaf sebenarnya? Seperti yang diketahui I’tikaf merupakan salah satu ibadah sunah yang bisa dilakukan kapan saja. Namun untuk waktu paling afdal atau paling utama yakni dilakukan dalam bulan Ramadan.

Sebenarnya arti dari kata ‘I’tikaf sendiri ialah berhenti atau berdiam diri di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu dan semata-mata niat beribadah kepada Allah. Lalu, tahukah Anda bahwa dalam menjalankan i’tikaf ada tata cara yang perlu dilakukan agar nantinya ibadah yang dilakukan dapat berjalan secara maksimal. Nah, bagaimana cara i’tikaf yang benar? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Simak Pengertian dan Syarat I’tikaf di Masjid

pixabay.com

Pengertian I’tikaf

Kata i’tikaf sendiri berasal dari kata ‘akaf yang berarti mengurus diri atau menetap. Sedangkan menurut pengertian secara syara’ i’tikaf berarti berdiam diri di dalam masjid dengan niat untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nah, adapun dalil yang mensyariatkan seseorang untuk melakukan i’tikaf di dalam masjid yakni

“Dan jangan kamu pergauli mereka (istri-istri) ketika kamu beri’tikaf dalam masjid” (QS: Al Baqarah: 187).

Selain itu, perlu diketahui bahwa i’tikah di masjid merupakan syariat lama yang telah dikenal sebelum Islam, sebagaimana dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berbunyi

“Dan telah diperintahkan kepada Ibrahim dan Ismail bersihkanlah rumahku untuk orang-orang yang tawah, orang yang I’tikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud”. (Q. Al Baqarah: 125)

Syarat dan Rukun I’tikaf

Sebelum melakukan kegiatan i‘tikaf, maka penting sekali untuk memahami tentang syarat dan rukunnya. Nah, bagi Anda yang berencana untuk melakukan i’tikaf dalam waktu dekat ini, pastikan untuk menyimak beberapa syarat atau rukun yang perlu Anda penuhi.

Hal pertama yang yang wajib untuk Anda lakukan saat menjalankan i’tikaf di masjid yaitu berniat. Mengapa harus niat? Dalam i’tikaf harus ada niat sehingga orang melaksanakannya akan mendapatkan pahala dan paham tentang apa yang harus dilakukan. Jadi orang tersebut tidak hanya sekadar melamun dan pikiran kosong saja.

Selanjutnya untuk syarat I’tikaf yaitu harus muslim, berakal, suci baik dari hadas kecil maupun hadas besar dan harus di masjid. Nah, itulah beberapa syarat dan rukun yang wajib dilakukan oleh orang-orang yang akan menjalankan i’tikaf di masjid.

Ketentuan Melakukan I’tikaf di Masjid

pixabay.com

Lamanya Waktu Berdiam di Masjid

Ketika membahas tentang ketentuan atau tata cara melakukan i’tikaf, maka penting sekali untuk memahami berapa lama waktu menjalankan i’tikaf di masjid. Para ulama sepakat bahwa tidak ada batasan waktu maksimal dalam melakukan kegiatan i’tikaf.

Bagi para ulama’ yang mensyaratkan i’tikaf harus disertai dengan puasa, batasan waktu i’tikaf yang ditetapkan yakni sehari. Sedangkan beberapa ulama lainnya juga mengatakan bahwa i’tikaf boleh dilakukan kurang dari sehari namun tetap disyaratkan untuk berpuasa.

Hal yang Membatalkan I’tikaf

Tahukah Anda ada beberapa hal yang dapat membatalkan i’tikaf. Oleh sebab itu sebelum melakukan i’tikaf di masjid sebaiknya untuk mengetahui hal-hal yang dapat membatalkan i’tikaf tersebut. Pertama, hal yang dianggap dapat membatalkan kegiatan i’tikaf yang dilakukan yaitu keluar dari masjid tanpa alasan syar’i atau ada kebutuhan yang mubah atau mendesak.

Hal lainnya yang juga dianggap dapat membatalkan i’tikaf yaitu jima’ atau bersetubuh dengan istri. Ketentuan tersebut berdasarkan Surat Al Baqarah ayat 187 yang berbunyi “Dan jangan kamu pergauli mereka (istri-istri) ketika kamu beri’tikaf dalam masjid” (QS: Al Baqarah: 187).

Hal yang diperbolehkan Ketika I’tikaf

Ada beberapa hal yang boleh Anda lakukan ketika sedang i’tikaf salah satunya yaitu keluar masjid yang man disebabkan ada hajat yang mesti ditunaikan seperti keluar untuk makan, minum, buang hajat dan lain sebagainya. Selain itu orang yang melakukan i’tikaf juga diperbolehkan untuk mandi dan berwudlu serta membawa kasur untuk tidur di masjid.

Ketika menjalankan i’tikaf hendaknya seorang muslim menyibukkan diri dengan melakukan ketaatan seperti bershalawat, berdzikir, berdo’a, mengkaji Al- Quran dan hadis. Dimakruhkan bagi mereka yang menjalankan i’tikan menyibukkan diri dengan perkataan atau perbuatan yang tidak memberikan manfaat.

Berbicara tentang masjid tidak terlepas dengan yang namanya perlengkapan penting yang menunjang ibadah sholat. Salah satu perlengkapan masjid yang wajib ada yaitu karpet. Untuk meningkatkan kualitas ibadah, maka dibutuhkan karpet yang nyaman. Sekarang ini untuk mendapatkan karpet yang nyaman dan dan berkualitas Anda hanya perlu mencarinya di toko karpet masjid berkualitas.

Umumnya di toko karpet masjid yang terpercaya tersedia beragam pilihan karpet yang bisa Anda sesuai dengan kebutuhan masjid. Dengan menggunakan karpet yang nyaman dan berkualitas ibadah solat semakin khusuk dan terjaga. Semoga bermanfaat!