Selalu Mengingat Allah Lewat Asmaul Husna

Allah adalah satu-satunya Tuhan Umat Islam. Zat Maha Tinggi yang menciptakan semesta beserta seluruh isinya. Setiap mahkluk Allah memiliki kewajiban untuk mengingat dengan melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya. Termasuk sholat, adalah upaya wajib yang harus dilakukan oleh seluruh umat Islam untuk mengesakan dan bersyukur atas segala pemberian Allah SWT.

Orang yang beriman adalah orang yang selalu menjaga lisan dan perbuatannya dari hal-hal buruk. Bagi mereka, mereka percaya bahwasanya Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat segala perbuatan makhluknya. Maka agar tidak dimasukkan ke dalam gologan orang merugi dan berdoa, mereka akan selalu berperilaku dan berkata baik sebagai bentuk dari cerminan isi pikiran dan perasaan mereka sebagai hamba Allah yang beriman.

Bahkan Rasulullah pernah bersabda bahwasanya siapapun yang menginginkan kedudukannya selalu dekat dan berada di sisi Allah, maka ia harus senantiasa menaruh dan menempatkan Allah juga di dalam hatinya. Kemudian dicerminkan melalui lisan dan perbuatan. Dengan begitu, Allah akan terus berada bersama kita dan melindungi kita dari segala marabahaya.

Rasulullah SAW juga pernah bersabda sebagai bentuk jawaban untuk seorang umatnya yang menanyakan tentang amalan terbaik yang dapat dilakukan untuk mencukupi seluruh ibadahnya, maka Rasulullah SAW menjawab amalan tersebut adalah memanjatkan zikir kepaada Allah SWT. Pernyataan ini tentu jelas bukan berarti umat Islam dapat meninggalkan amalan-amalan lain alih-alih menggantinya dengan zikir semata, melainkan terdapat beberapa amalan yang disukai Allah, dan apabila dilaksanakan, pahala dan amalannya akan dilipat gandakan.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan seorang muslim untuk mengingat Allah selain melalui zikir adalah dengan melafadkan 99 Asmaul Husna, yang merupakan nama-nama indah milik Allah SWT.  Selain dengan melafalkan, Allah bahkan menjanjikan suega bagi hambanya yang menghafal dan mengamalkan Asmaul Husna.

Bahkan terdapat banyak sekali manfaat yang diberikan oleh Allah apabila bersedia berzikir dengan melafadzkan salah satu nama dalam Asmaul Husna ketika selesai shalat. Seperti misalnya K melafalkan al-Quddus sebagai bacaan dzikirnya dan dilakukan setiap hari di waktu tergelincirnya sang surya, maka akan didatangkan banyak kebaikan. Pada bacaan sebanyak 100 kali, niscaya akan dibersihkan hatinya dari segala hal-hal buruk, dan apabila dibaca sebanyak 1000 kali, maka Allah akan menyelamatkannya dari segala mara bahaya.

Selain itu, barangsiapa yang selalu menempatkan Allah di dalam hati dan pikirannya akan diberikan kedamaian dan kemudahan. Mengingat Allah berarti mereka akan diberikan daya ingat yang tinggi juga. Maka tidak heran jika para Hafidz/Hafidzah memiliki daya ingat yang sangat tajam karena hari-harinya selalu dipenuhi dengan firman-firman Allah SWT. Sebaliknya, mereka yang tidak pernah mengingat Allah akan mudah lalai dan lupa akan sesuatu dan mendapat banyak kesulitan di dalam hidupnya.